Beberapa detik yang lalu, Q menghirup udara kampung halamanQ...........
tak tega rasanya, mengingat desah lantunan doa bunda yang Q dengar tanpa sengaja kala beliau Sholat.....................
perih terasa, saat melihat ayah masih terpaku di meja kerja meneliti tiap centy ornamen televisi yang rusak.............
bagaimana Q membalas semua pengorbananmu, ayah bunda?????
sedangkan Q di sini, Q rasa Qbelum berikan yang terbaik untukmu.................duhai untukmu, yang Q cinta dan Qkenang dalam2.................
Selasa, 21 Juli 2009
Langganan:
Entri (Atom)